Event

Workshop Bisnis Property Syariah di Palangkaraya

Workshop Bisnis Property Syariah di PalangkarayaAlhamdulillah belasan peserta hadir mengikuti 2 Days Workshop Bisnis Property Syariah di Palangkaraya. Uniknya, walau baru sekali acara ini diadakan disini, para peserta ternyata sudah “pecah telor” projek Property Syariah seluas 3 hektar. Ternyata sebagian ilmunya mereka dapatkan dari membaca buku Property Syariah. Wah.. wow banget..wow pisan. Kehadiran kami disini tinggal turut “nyeplok telor” dan menggorengnya”, lalu ikutan bersantap telornya, hehehe..

Sodara-sodara..!
Kami tegaskan sekali lagi bahwa, berbeda antara pemain bisnis property yang sudah kaya duluan karena riba dengan kami-kami ini yang newbi dan baru memulai bisnis property ini dengan skema syariah. Mereka yang sudah kaya duluan karena skema riba, tentu saja modalnya lebih besar dan banyak. Ketahuilah, hartanya bisa jadi telah bercampur antara yg halal dengan yang haram..!

Kami tegaskan sekali lagi bahwa, berbeda antara pemain bisnis property yang hanya menghindari riba dalam transaksi property dengan kami-kami ini yang bukan hanya menghindari skema ribawi tetapi juga menjauhkan diri dari akad-akad bathil dan akad bermasalah lainnya. Emang haramnya bisnis property hanya disebabkan ribanya saja..? Ketahuilah, masih banyak keharaman yang lain..!

Kami perlu tegaskan pula sekali lagi bahwa, tidaklah sama mereka yang hanya duduk diam sebagai pengamat bisnis property dan sesekali sebagai kritikus skema syariah, dengan kami-kami ini yang berusaha memberikan solusi praktis kepemilikan property dengan cara halal dan syar’ie. Ketahuilah, komentator dan kritikus biasanya lebih tajam lidahnya. Setajam silet..!
kiki emoticon

Sama halnya dengan perjuangan di jalan Allah. Tentu saja tidak sama pahalanya, antara mereka yang duduk-duduk saja dengan mereka yang berjuang di jalan Allah. Dalam QS. An-Nisa’ : 95-96, Allah SWT berfirman,

لَّا يَسۡتَوِى ٱلۡقَـٰعِدُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ غَيۡرُ أُوْلِى ٱلضَّرَرِ وَٱلۡمُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٲلِهِمۡ وَأَنفُسِہِمۡ‌ۚ فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَـٰهِدِينَ بِأَمۡوَٲلِهِمۡ وَأَنفُسِہِمۡ عَلَى ٱلۡقَـٰعِدِينَ دَرَجَةً۬‌ۚ وَكُلاًّ۬ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰ‌ۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَـٰهِدِينَ عَلَى ٱلۡقَـٰعِدِينَ أَجۡرًا عَظِيمً۬ا

“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (tidak turut berjuang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjuang di jalan Allah (dengan harta dan jiwanya). Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjuang (dengan harta dan jiwanya) atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berjuang tanpa halangan), kepada masing-masing Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjuang atas orang-orang-orang yang duduk, dengan pahala yang besar”.

دَرَجَـٰتٍ۬ مِّنۡهُ وَمَغۡفِرَةً۬ وَرَحۡمَةً۬‌ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورً۬ا رَّحِيمًا

“Yaitu beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”

Dalam suatu permainan, menjadi pemain tentu berbeda dengan mereka yang mencukupkan diri sebagai penonton atau suporter..

Dalam suatu perjuangan, menjadi pejuang tentu berbeda dengan mereka yang mencukupkan diri sebagai pemerhati dan pengamat..

Yopora..?
Iyo opo ora..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *