Tentang Riba

Tahanan Riba

Tahanan Riba

Seminggu ini (minggu pertama pasca libur lebaran) cukup banyak tawaran kerjasama lahan yang masuk untuk digarap jadi projek Property Syariah. Dari yang ratusan meter, ribuan meter hingga berhektar-hektar. Dari yang total harganya puluhan juta, ratusan juta hingga milyaran. Untuk kaplingan, perumahan, komplek ruko hingga kost-kostan. Alhamdulillah..

Dari sekian tamu yang datang ke kantor, ada satu pemilik lahan yang cukup unik menarik. Beliau adalah pemilik lahan di pusat kota dengan total harga pasaran sekitar 6 miliar rupiah. Sudah cukup banyak menjajagi mitra developer tapi belum ada yang berjodoh. Besar harapan beliau, lahannya bisa dikerjasamakan dengan konsep syariah. Alhamdulillah..

Selidik punya selidik, ternyata sertifikatnya sedang “disekolahkan” di bank plat merah terbesar di negeri penuh riba ini. Sudah sekian lama dengan nilai pinjaman sekitar 1 miliar rupiah dengan skema ala rekening koran. Ketika saya tanya berapa bunga yang dibayarkan ke bank, beliau menjawab sekitar 15 juta per bulan. Sementara hutang pokoknya tidak berkurang sedikitpun, karena tiap bulan yang dibayar hanya bunganya saja. Astaghfirullah..

Salah satu keluhannya, ternyata baru beliau sadari bahwa selama ini beliau bekerja untuk bank, berbisnis untuk bank. Pontang-panting muterin pinjaman modal hanya untuk membayar bunga bank. Sementara hutang pokoknya tidak berkurang sedikitpun. Mereka inilah sesungguhnya para tahanan bank, tahanan riba. Hidup, bekerja dan berbisnis yang hasilnya untuk membayar riba bunga bank. Naudzubillah..

Sahabatku yang sholih dan baik hati..
Kasus semacam ini banyak sekali terjadi disekeliling kita, mungkin terjadi pada kawan-kawan kita, sahabat kita, tetangga kita, sanak saudara kita, orang tua kita dan bahkan mungkin kita sendiri mengalaminya. Kita dengan mudah akan dapati fenomena seseorang yang…
– Bekerjanya di lembaga ribawi seperti bank..
– Modal usahanya berasal dari pinjaman bank..
– Kendaraannya diperoleh dari pembiayaan bank..
– Rumahnya diperoleh dari kredit riba dari bank..
– Ketika ada permasalahan keuangan, larinya ke bank..
– Bahkan takjarang ada yang merasa hidup dan matinya amat tergantung dari bank..

Mereka inilah sesungguhnya…
PARA TAHANAN BANK
PARA TAHANAN RIBA

Lantas bagaimana dengan anda..?
Bisakah hidup saat ini ‪#‎TanpaBank‬..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *