Hadist PilihanInfo TerkiniTentang Riba

Si Pipit dan Rekayasa Riba (Sebuah Kisah Akal-akalan-1)

Si Pipit dan Rekayasa Riba (Sebuah Kisah Akal-akalan-1)

Si Pipit memiliki beberapa unit motor, memang kerjaannya adalah jual beli kendaraan roda dua. Lumayan, hasilnya bisa untuk membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga. Makin lama insting jualannya makin terasah, si Pipit tau aja jika ada orang yang butuh motor. Selain itu, Pipit juga tau siapa saja teman-temannya yang sedang butuh duit. Maklum, hidung si Pipit walau kecil tapi tajem indra penciumannya..
kiki emoticon

Dulu, Pipit ngandelin pinjeman di koperasi simpan pinjam di kantor suaminya untuk modal jual beli motor. Sebulan untuk bayar bunganya saja sekian puluh juta. Tapi begitu dengerin ceramah pak ustadz tentang besarnya dosa riba, si Pipit menjadi takut. Mulailah dia berpikir bagaimana caranya menghindari dosa riba. Setelah diskusi dengan pak Betet, akhirnya Pipit mulai ketemu pola baru : Jual Beli Motor ‪#‎TanpaRiba‬, kereeen. Mulailah ibu-ibu lainnya memuji dan mempopulerkan si Pipit dengan julukan baru : Pengusaha Tobat. Saudagar Taat. Pebisnis Motor Hebat. Tanpa Riba Bisnisnya Makin Melesat. Entrepreneur Akhirat..

Suatu ketika, saat arisan ibu-ibu RT, si Dara curhat kepada ibu-ibu disana termasuk Pipit yang juga ikutan hadir. Dara perlu dana lumayan besar untuk biaya sekolah anaknya. Hidung si Pipit mulai mengendusnya.

🐤”Jeng Dara lagi ada masalah ya..?”, sapa si Pipit.

🐦
“Iya bu Pipit, anak saya mau masuk sekolah. Mana bapaknya anak-anak juga perlu dana besar lagi untuk biaya berobat ibunya yang sedang sakit..”, curhat Dara. Setelah basa basi ngobrol panjang lebar, akhirnya…

🐤”Gini saja jeng, gimana kalau jeng Dara beli motor saya. Gampang jeng, saya jual 12 juta diangsur selama setahun. Jadi per bulannya cuma 1 juta rupiah..”

🐦
“Lho, saya ‘kan perlunya uang bu Pipit, bukan motor bu ?”, potong Dara.

🐤”Gampang, nanti motornya saya beli lagi 10 juta cash. Jadi jeng Dara dapet duit 10 juta yang bisa dipergunakan untuk menutupi kebutuhan tadi. Kewajiban jeng Dara membayar ke saya 1 juta per bulan selama setahun.”, jelas si Pipit.

🐦
“Wah, boleh juga tuh bu. Tapi ini sesuai syariah ‘kan bu Pipit..?”, tanya Dara.

🐤”Tenaaaang, saya sudah dapat penjelasan dan fatwanya dari pak Betet, sesepuh desa kita. Gak mungkinlah beliau berbohong..”, jawab Pipit.

🐦
“Alhamdulillah kalau begitu. Saya setuju bu Pipit.”, senyum Dara terkembang, wajahnya sumringah.

🐤”Deal…!”

Kian hari, nama si Pipit makin berkibar. Kini levelnya sudah naik level bukan lagi sebagai pengusaha tingkat desa, tapi sudah tersebar hingga seantero kota itu. Tiap ada pertemuan pengusaha, dia hampir selalu hadir. Dari situlah namanya makin lama makin terkenal. Takjarang, kisah sukses usahanya diceritakan dari mulut ke mulut oleh pengusaha lain yang hadir di pertemuan pertemuan sesama pengusaha. Wah, bu Pipit pengusaha hebaaaat. Habis tobat dari riba laknat, langsung melejit dengan skema syariat. Bisnisnya makin melesat, inilah contoh riil pengusaha akhirat…!

Mendengar fenomena itu, terketuklah rasa penasaran dinda Merpati. Bukankah skema seperti itu hanyalah akal-akalan saja untuk membenarkan transaksi riba. Lantas dibukanya kitab-kita rujukan muamalah. Ketemulah dinda Merpati dengan satu pembahasan tentang Bay’ INAH. Disitu dijelaskan dalam hadits Nabi SAW :

« إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لاَ يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ ».

“Apabila kalian telah berjual beli dengan cara Al-‘Inah dan kalian telah ridha dengan perkebunan dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi dan kalian meninggalkan jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kalian suatu kehinaan yang (Allah) tidak akan mencabutnya sampai kalian kembali kepada agama kalian”.
(HR. Abu Daud)

Ternyata skema seperti itu oleh jumhur ulama disepakati sebagai helah riba. Akal-akalan tapi fakta sesungguhnya tetep riba. Dan dinda Merpati berjanji akan terus mengingatkan si Pipit. Karena dinda Merpati telah berjanji akan selalu menyebarkan kebaikan dan meluruskan jika ada keburukan. Karena dia selalu ingat bahwa… “Merpati tak pernah ingkar janji”

SALAM BEBAS RIBA
Tanpa Rekayasa
Tanpa Tipu Tipu
Tanpa Akal Akalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *