Hadist PilihanInfo Terkini

Seputar Hutang Piutang

Islam itu adil. Selain mengatur hukum dan tata cara untuk orang menghutangi, syariah Islam juga mengatur hukum dan adab terkait dengan pihak yang dihutangi. Klop alias pas. Nah, minimal ada 9 faedah atau keutamaan bagi mereka yang menghutangi, dan 9 rambu-rambu bagi pihak yang dihutangi. Berikut keutamaan bagi orang yang menghutangi, diantaranya :

1. Pahalanya seperti pahala 1/2 shadaqah.

“Tidaklah seorang muslim menghutangi uang kepada seorang muslim lainnya sebanyak dua kali melainkan ia seperti menyedekahkannya sekali..” (HR Ibnu Majah)

2. Dimudahkan urusannya di dunia dan akhirat.

“Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat..” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

3. Kehidupannya diberkahi Allah

“Allah merahmati orang yang mudah ketika menjual, membeli dan meminta (menagih) haknya..” (HR Bukhari)

4. Makin berlipat pahalanya ketika memberi kelonggaran

“Barangsiapa memberi tempo waktu kepada orang yang berhutang yang mengalami kesulitan membayar hutang, maka ia mendapatkan sedekah ada setiap hari sebelum waktu pembayaran. Jika waktu pembayaran telah tiba dan kemudian ia memberi tempo lagi setelah itu kepadanya, maka ia mendapat sedekah pada setiap hari semisalnya..” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al Hakim)

5. Diampuni dosanya oleh Allah

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang tidak pernah mengamalkan kebaikan sebelumnya. Dia adalah orang sering memberikan hutang kepada manusia, lalu ia berkata kepada pembantunya, ‘Tagihlah orang yang mudah, biarkanlah orang yang susah dan maafkanlah, mudah-mudahan Allah memaafkan kita.’
Maka tatkala orang itu meninggal dunia, Allah SWT berkata kepadanya, “Apakah engkau pernah berbuat kebaikan meski sedikit ?”
Ia menjawab, ‘Tidak, kecuali bahwa aku dulu punya pembantu dan dahulu aku selalu memberikan hutang kepada manusia. Jika aku mengutus pembantuku untuk menagih hutang, aku berkata kepadanya, “Tagihlah orang yang mudah, biarkanlah orang yang susah dan maafkanlah, mudah-mudahan Allah memaafkan kita.”
Maka Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, Aku telah memaafkan kamu..”
(HR An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

6. Dinaungi Allah pada hari Kiamat kelak

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan dari orang yang berhutang kepadanya atau ia menghapuskan hutangnya maka ia berada dalam naungan ‘Arsy pada hari Kiamat..” (HR ad-Darimi, dan Ahmad)

7. Makin berlipat ganda rejekinya

“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rejeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” [TQS Al Baqarah 245]

8. Dipuji dan didoakan oleh Nabi SAW

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan dari pinjaman adalah pelunasan (dengan sempurna) dan pujian..” (HR An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

9. Akan mendapat kebaikan, termasuk dari pihak yang telah ditolongnya.

“Tidak ada balasan untuk kebaikan kecuali kebaikan (pula)..” [TQS Ar Rahmaan : 60]

“Barangsiapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikan itu..” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Dan yang tidak kalah penting adalah :

SUDAH MEMBUAT SENANG ORANG YANG TELAH BERHUTANG..
dan
MEMBERI HARAPAN BARU BAGI ORANG YANG SEDANG MENCARI HUTANGAN..

Lalu bertanya,
“Mas/kang/pak/tadz, bisakah saya dihutangi..?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *