Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (9) – Sukses Berkat Property Syariah, Istri pun Nambah

MEREKA YANG BERHIJRAH (9) - Sukses Berkat Property Syariah, Istri pun Nambah

MEREKA YANG BERHIJRAH (9)
[Sukses Berkat Property Syariah, Istri pun Nambah]

Nama adalah doa. Sugih M Sugiarto namanya. Double sugih. Terlahir dari keluarga sederhana di pedalaman Trenggalek, Jawa Timur. Tepatnya di daerah terpencil, pedesaan dan terbelakang. Pokoknya jauh dari pusat kota, begitu ia bercerita. Sebagai ilustrasi, pada tahun 2009 kampung halamannya belum diterangi listrik. Bener-bener asli cah ndeso, demikian pengakuannya.

Kang Sugih, begitu kami biasa menyapanya, adalah mantan fotografer profesional yang memilih hijrah meninggalkan gemerlapnya dunia modelling. Untuk kemudian beralih menjadi seorang pengusaha. Beragam pilihan bisnis pernah beliau jalani hingga sempat 8 kali jatuh bangun dalam mengembangkan usaha. Hingga akhirnya, pelabuhan terakhirnya adalah di bisnis property.

“Kapan mulai tertarik dengan bisnis property..?”

“Kalau dengar property sudah lama sekali tadz, sempat mikir mau beli tanah. Tapi dari mana ya uang sebanyak itu..? Gak kebayang karena nilainya EM-EM-AN. Hingga akhirnya pada akhir tahun 2015 bertemu dengan Ustadz Rosyid pada Workshop Property Syariah yang mengajarkan strategi jitu dalam mengembangkan bisnis Property..”, jelas kang Sugih.

“Trus, berapa modal yg sampeyan punya waktu itu, kang Sugih..?”

“Terua terang modal awal saya kurang dari 10 juta rupiah, tadz. Sebagaimana yang pernah njenengan sampaikan. Dan ternyata bisa..”, jelasnya.

Tuuuuh… kan pemirsa..
Serius lho.. Ternyata bisnis property bisa dijalankan dengan modal minim. Kang Sugih ini salah satu pelakunya.

“Kami dapat kabar, dari sekian banyak alumni yang pernah belajar Bisnis Property, capaian kang Sugih termasuk yang fantastis. Emang sudah punya berapa projek sekarang..?”

“Alhamdulillah tadz. Tidak sampai setahun saya telah akuisisi 11 lahan. Bahkan di Malang dan Probolinggo, saya sering dipanggil dengan sebutan Raja Kapling, karena terus terang saya lebih sering main di kaplingan..”, jawab kang Sugih. “Tentunya ini merupakan pencapaian yang lumayan cepat, karena kurang dari satu tahun. Sekali lagi terima kasih ilmunya tadz..”.

“Bagi kunci suksesnya donk buat teman-teman kita..!”

“Menurut saya, kunci sukses sebuah impian itu fokus, terarah dan continue. Ilmu property adalah ilmu action, dan alhamdulilah dalam setahun ini saya fokus di bisnis property. Penjualan melesat bak roket, otomatis penghasilan juga meningkat pesat, dan tujuan mulia pun mulai bermunculan..”

“Tujuan mulia..? Apaan tuh..?”

“Alhamdulillah, dalam perjalanan di bisnis ini, saya dipertemukan dengan seorang gadis yang memiliki sebuah impian yg sama..”, tukas kang Sugih. “Kami memiliki impian suatu saat bisa berdakwah bersama-sama, mendirikan sekolah ditempat terpencil sebagai wasilah dakwah kami, memajukan dan mewarnai desa kami dengan cahaya dakwah..”

“Wisss, mulai seru nih. Trus gimana..?”

“Sempat terpikir, ya Allah apa sudah benar yang saya lakukan ini..?”, jawab kang Sugih.

“Emang kang Sugih mau ngapain..?”

“Poligami tadz, hehehe..”, jawabnya manstrab.

“Dulu saat sampeyan jatuh bangun sampai gonta ganti bisnis, istrinya baru satu. Sekarang setelah sukses, kok malah nambah istri..? Gimana respon istri pertama..?”

“Justru dukungan dan ijin dari Istri pertama sangat besar tadz. Apalagi orang tua, keluarga besar juga tidak ada yang mempermasalahkannya. Alhamdulillah-nya, Allah memberikan kemudahan pada tujuan mulia kami ini hingga kami akhirnya menikah..”, kata kang Sugih.

“Lha yang kayak gini ini nih yang bikin pengen, hehehee. Lanjutkan kang..! Gimana suka dukanya..?”

“Alhamdulillah setelah menikah lagi, perjalanan bisnis saya semakin terasa lancar dan mudah. Karena ada satu tambahan tulang rusuk lagi yang membantu. Ibarat seekor burung dengan dua sayapnya yang sempurna, mengepakkan sayapnya terbang melesat menjelajah angkasa. Hidup bahagia dengan sepasang bidadari dan bersama-sama saling membantu, sinergis dalam dakwah..”, jawab kang Sugih laksana pujangga. Pantas saja dia ini dijuluki sebagai Panglima Laskar Poligami, hehehe.. udah deh, bikin panas aja nih orang.

“Kita kembali bahas property ya.. selama ini adakah kendala yang dialami kang Sugih dengan segitu banyak nangani projek..?”

“Ada tadz. Di proyek saya yang ke 4, saya mendapatkan ujian yang sempat menggoncangkan jiwa. Setelah saya telusuri ternyata karena saya telah melalaikan salah satu wasiat penting dari guru besar saya dibidang bisnis property, yaitu antum tadz Rosyid..”

“Wasiat yang mana nih..?”

“Dulu saat masih belajar di kelas, ustadz mewasiatkan 2 hal. Pemain bisnis property ketika hendak memulai eksekusi lahan penyakitnya gak berani action, gak pede, takut dll… Namun setelah berhasil diproyek pertama penyakitnya “serakah”, pengin nambah proyek lagi, lagi dan lagi..”, jelas kang Sugih.

“Nah.. itu. Lha terus..?”

“Begitu pun saya. Sempat mengalami sifat “serakah” ini sehingga terseok-seok dalam menyelesaikan segala permasalahannya. Hingga mentok..tok.. duk..!”, aku kang Sugih. “Awalnya saya fokus di masalah dan strategi untuk menyelesaikannya. Tetapi masalahnya kok tambah rumit saja..”, imbuhnya.

“Trus..?”

“Subhanallah, setelah saya merasa mentok dan berserah diri kepada Allah. Dia hadirkan pertolongan-Nya hingga akhirnya permasalahan saya beres tuntas..” tukas kang Sugih. “Ada pepatah yang mengatakan, dibalik kesuksesan seorang suami, ada doa yang dipanjatkan oleh istri. Jadi, semakin banyak istri, semakin banyak pula yang mendoakan. Begitu tadz..”. Jiaaaaaah…. panas…panas..!

“Jadi masih mau namba lagi nih critanya..?”

“Siyaaap tadz…!”

Hehehee, iyaa deh…
Kita doakan saja semoga kang Sugih dan keluarganya bisa istiqomah dalam dakwah. Rejekinya makin lancar berlimpah. Keluarganya juga bisa harmonis sakinah mawaddah warahmah. Sehingga bisa kembali nambah dan nambah, hah..hah..hah..

Salam Berkah Berlimpah

Dari Kami,
Developer Property Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *