Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (18) – Sisi Lain Non Muslim yang Berbisnis Property Syariah

MEREKA YANG BERHIJRAH (18)
[Sisi Lain Non Muslim yang Berbisnis Property Syariah]

Namanya Sesanto, kami akrab memanggilnya dengan panggilan khas untuk kakak lelaki chinese, Koh Santo. Lelaki kelahiran Pulau Bangka ini sejak remaja sudah memberanikan diri mengadu nasib ke belantara ibu kota Jakarta. Tanpa keahlian apa-apa, tanpa kenalan siapa-siapa dan bermodal harta yang takseberapa.

“Saya ini orang bodoh. Tidak sekolah apalagi kuliah. Tidak punya modal harta. Satu-satunya modal saya adalah kejujuran..”, begitu koh Santo memulai cerita. “Jika sudahlah bodoh, tidak jujur pula, trus siapa yang mau percaya kita..?”, tambahnya.

“Dulu ke Jakarta bisnis apaan koh..?”

“Bisnis apa saja yang penting halal. Tidak menipu orang. Tidak menyakiti orang. Bisnis bisa tanpa modal, berbekal kepercayaan saja. Orang perlu barang, saya bantu nyariin. Udah gitu aja kok…”, begitu jawabnya. Memang rada unik kerjaan ini orang, seperti kerjaan orang serabutan. Tapi begitulah, sangat kontras dengan kekayaannya yang seabrek. Dengan dibantu 3 orang karyawannya, bisnis serabutan koh Santo masih bertahan hingga kini. “Tapi semua ada masanya..”, begitu ia menambahkan.

“Ooohhh, itu alasan kenapa koh Santo mulai melirik bisnis properti..?”

“Iya betul. Propertilah satu-satunya bisnis yang kemungkinannya selamat dan masih prospek disaat kondisi ekonomi seperti sekarang ini..”, ungkapnya.

Saya mengenal Koh Santo dua tahun yang lalu. Kebetulan kami sama-sama satu kelas di salah satu sekolah bisnis property terkenal di Jakarta. Ketika saya sampaikan skema Bisnis Property Syariah ‪#‎TanpaBank‬, dialah orang pertama dari kalangan Non Muslim yang langsung membenarkan skema cicilan langsung ke Developer. Bukan hanya itu, lahannya di Sukabumi seluas 4,2 hektar langsung dipersilahkan untuk dikelola menjadi komplek perumahan dengan skema Syariah.

“Saya juga tidak bankable. Sampai saat ini tidak punya utang bank karena memang dianggap tidak layak dipinjemi. Dan orang-orang seperti saya itu sangat banyak..”, begitu alasannya ketika ditanya kenapa setuju skema Tanpa Bank.

Hingga saat ini, koh Santo sudah memiliki 4 projek Property Syariah di Sukabumi, Bogor dan Cikampek. Sebagai seorang Buddhist, ketertarikannya dengan skema Developer Property Syariah memang mengejutkan. Namun baginya, itu bukan sesuatu yang aneh.

“Biarin aja apa kata orang. Walau pun non Muslim, saya juga berpuasa Ramadhan sebulan penuh. Itu karena mereka tidak tau manfaat berpuasa. Saya merasa makin sehat jika bulan puasa tiba. Enak sekali lho puasa itu..”, begitu alasannya. Memang betul, sebagaimana tahun lalu yang dia lewati sebulan penuh berpuasa, Ramadhan tahun ini koh Santo pun belum pernah tidak berpuasa. Full. Persis seperti kita yang muslim, dimulai sejak habis adzan subuh dan berbuka ketika bedug maghrib tiba. Bahkan, beliau juga rutin mengeluarkan zakat ketika Ramadhan tiba. hehehee warbyasah..!

“Kapan masuk Islam, koh..?”

“Entahlah. Saya jalani saja dulu seperti ini. Apakah nanti ujungnya saya masuk Islam ataukah tidak, biarlah waktu yang menentukan. ‘Kan kata pakdhe Rosyid, tinggal nunggu hidayah, hehee.. “, begitu alasan koh Santo setiap saya tanya. “Biar anak-anak dulu yang masuk Islam..”, tambahnya.

Alhamdulillah..
Sungguh kebahagiaan tersendiri jika suatu saat Koh Santo menjadi seorang Muslim. Di Penghujung Ramadhan yang mulia ini, saya mohonkan dengan sangat doa dari para sahabat agar sohib saya ini, koh Sesanto, mendapatkan Hidayah dari Allah SWT dan menjadi seorang Muslim. Aamiin.

“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi hidayah oleh Allah melalui perantaraanmu, itu lebih baik daripada unta merah yang kalian miliki.” (HR Bukhari dan Muslim)

Aamiinkan ya sobat.. aamiinkan.. Doa-doa antum ya hamba-hamba Allah yang sholih sholihah, insyaallah bisa dengan cepat menembus langit sehingga segera diijabah Gusti Allah.

Salam Berkah Berlimpah

Dari Kami,
Developer Property Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *