Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (14) – Berani Lepas Aset untuk Lepas dari Cengkeraman Dosa Riba

MEREKA YANG BERHIJRAH (14)
[Berani Lepas Aset untuk Lepas dari Cengkeraman Dosa Riba]

Sepasang suami istri peserta seminar Property Syariah siang itu menghampiri saya di musholla Syariah Hotel Solo. Dengan amat sangat meminta sedikit waktu untuk berkonsultasi mengenai masalah yang sedang terjadi pada bisnisnya. Perkenalkan, beliau adalah pak Nashir, pengusaha yang sempat menekuni dunia fotografi spesialis motret model.

“Ada yang bisa saya bantu pak, bu..?”

“Kami berdua mau kejelasan status transaksi yang kami lakukan. Langsung saja tadz, sepengetahuan saya, dosa riba itu terkena bagi orang yang minjemi duit kemudian mengambil keuntungan dari pinjaman tersebut..”, kata pak Nashir. “Apakah peminjamnya juga terkena dosa riba tadz..?”, tanyanya.

“Lho iya pak, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits, ada 4 kategori orang yang dilaknat oleh Rasulullah terkait dengan riba. Pertama, pemakan/pengambil riba. Kedua, yang membayarnya alias nasabah atau si peminjam. Ketiga, yang mencatat dan yang terakhir adalah mereka yang menjadi saksi atas transaksi riba itu. Hum sawaa’un. Mereka semua sama..”

“Waduuuuhhhhh…”, keluh pak Nashir. “Lemes tulang saya rasanya tadz. Berarti saya terkena laknat Allah sebagaimana hadits Nabi itu donk. Berarti saya juga berdosa besar sebagaimana para pemakan riba donk. Yang dosanya seperti menzinai ibu kandungnya sendiri. Trus gimana ini..? Apa yang harus saya lakukan..?”, berondong pak Nashir.

Rupanya perkara inilah yang menghantui beliau selama ini. Selidik punya selidik, ternyata beliau sempat berhutang bank yang besarnya hingga 9 Milyar rupiah. Gilee beneeerrr. Banyak amat ya..?

“Iya tadz. Hutang saya banyak. Sejak tahun 1995 saya sudah berhutang riba bank. Makin lama makin besar. Apalagi semenjak saya kenal EU di tahun 2008..”, jelasnya.

“Untuk apa saja, pak..?”

“Ya untuk modal bisnis sebagian besarnya, tadz. Mulai dari beli truk, modal jual beli HP, bisnis travel antar kota antar propinsi, hingga beli ruko tanpa DP dapet cash back, beli rumah tanpa DP dapet cash back, beli mobil tanpa DP dapet cash back, dan lain lain. Pokoknya gemblung..!”, tegas pak Nashir.

“Memang tidak tau kalau itu riba pak..?”

“Saya pikir yang terkena riba hanya rentenir atau pihak yang minjemi saja. Semenjak ustadz jelaskan bahwa peminjam atau nasabah juga terkena dosa sebagai pelaku riba, bawaannya mual-mual terus dan akhirnya muntah-muntah sampai sekarang. Pokoknya sebelum tuntas, saya belum tenang tadz..”, jelas pak Nashir.

“Trus bagaimana sekarang..?”

“Alhamdulillah, saya harus berani berkorban. Kalau gak gitu gak bakalan selesai ini urusan. Saya jual aset aset saya. Rumah, ruko, mobil dan lain lain..”, jawabnya.

“Jadi sekarang sudah beres pak..?”

“Belum tadz, dikit lagi. Dari hutang 9 Milyar sekarang sisa 450 juta lagi..”, jelas pak Nashir. “Mohon doanya agar kami bisa segera terbebas dari hutang dan riba..”

“Insyaallah. Yakin saja pak, yakin saja bu. Sebagaimana yang disabdakan Nabi, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan ganti dengan sesuatu yang lebih baik. Tetap semangat pak. Trus, bagaimana bisnis propertinya pak Nashir..?”

“Untuk saat ini saya mengembangkan rumah tinggal siap huni di daerah Pati. Alhamdulillah banyak orang baik disekitar kami. Saat ini saya dibantu teman teman yang luar biasa..”, kata pak Nashir.

Alhamdulillah…
Begitulah kisah singkat pak Nashir dan istrinya yang sedang berjuang membebaskan diri dari hutang riba. Keberaniannya melepas aset aset yang dimilikinya sebagai pertanda bahwa beliau sangat serius menyelesaikan persoalan hutang ribanya. Belum tentu lho yang lain seberani beliau dalam berkorban.

Mari kita doakan pak Nashir dan keluarganya, semoga hutang-hutang ribanya segera tuntas. Bisnis barunya di Property Syariah diberikan kelancaran dan diberikan pula keistiqomahan untuk tetap berjalan dalam rel kebenaran Syariah Islam yang mulia ini. Aamiin.

Salam Berkah Berlimpah

Dari Kami,
Developer Property Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *