Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (13) – Galau dan Dilemanya Pemilik Bank

MEREKA YANG BERHIJRAH (13)
[Galau dan Dilemanya Pemilik Bank]

Namanya Ridho Musamto, penerus bisnis perbankan yang dibangun orang tuanya di Singkawang, Kalbar. Pada awalnya, lelaki berbadan subur ini begitu antusias mengembangkan BPR milik orang tuanya. Namun apa hendak dikata, perjumpaannya dengan beberapa orang yang dianggap sebagai gurunya, malah merubah total pandangannya mengenai bank.

“Mas Ridho, anda terlihat sangat antusias mengikuti acara-acara yang mengusung tema Anti Riba. Bisa diceritakan alasannya..?”

“Iya tadz, awalnya saya sangat antusias untuk mengembangkan bisnis BPR yang telah dirintis orang tua. Puncaknya ketika saya mengikuti pendidikan perbankan selama sebulan. Maka saya pun makin bersemangat menyusun stategi pengembangan BPR ini. Namun, sehari setelah pendidikan itu selesai, saya justru dapat kejutan..”, ucap Mas Ridho memulai cerita.

“Kejutan apa yang dimaksud..?”

“Ada undangan ke saya untuk mengikuti acara seminar tentang haramnya riba. Dan acara itu telah berhasil menghancurkan dan meluluhlantakkan ilmu pengetahuan saya tentang perbankan yang selama puluhan tahun ini saya lakukan. Huffff…. Astaghfirullah… Ampuni hamba ya Allah..”, kata mas Ridho sembari meringis. “Dahsyaaat bener ancaman Allah mengenai pelaku riba..!”

“Hehehee lha terus gimana setelah itu banknya, masih tetap dijalani..?”

“Itulah yang bikin galau tadz. Ketika saya sudah paham mengenai haramnya skema ribawi, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana solusi praktisnya..?”, lanjut Mas Ridho. “Dan ternyata tidak banyak yang faham solusi praktisnya. Hikmahnya, inilah babak baru perjuangan saya. Karena larangan riba itulah yang akhirnya menjadikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang saya hadapi di BPR ini. MasyaAllah..”, keluhnya.

“Maksudnya gimana mas Ridho..?”

“Bank adalah lembaga intermediasi. Ya, itulah poin utama yang saya bisa tarik kesimpulannya. Dan intermediasi adalah fungsi utama perbankan..”, jelasnya.

“Artinya..?”

“Kita tidak harus sama sekali menghilangkan peran bank. Namun kita bisa menata ulang akad-akad yang dilakukan oleh bank agar tidak melanggar dengan hukum Syariah Islam..”, jelas mas Ridho. “Poinnya adalah jangan memaksakan nama-nama Islami untuk transaksi yang jelas dilarang dalam Islam. Kalaupun itu bagian dari perjalanannya…. plisss jangan berhenti, mari sama-sama kita sempurnakan..”, imbuhnya.

“Trus, menurut mas Ridho, fungsi intermediasi seperti apa yang bisa dilakukan oleh bank yang tidak bertentangan dengan Syariah Islam..?”

“Intermediasi adalah cara untuk mempertemukan pihak yang kelebihan harta dengan pihak yang kelebihan harta. Dalam surat Al Baqarah 275 sd 283 Allah SWT menjelaskan bagaimana fungsi itu ditransaksikan. Pertama, berupa sedekah, infaq dan zakat. Kedua, berniaga atau berbisnis yang bisa berupa transaksi jual beli dan kerjasama bisnis. Dan ketiga, skema utang piutang..”, terang mas Ridho. “Maka saya pun mulai mengatur ulang strategi bisnis yang awalnya utang piutang dengan bunga, menjadi 3 jurus yang tadi. Semoga bisa segera menyelesaikan permasalahan riba yang sudah terlanjur dianggap sebagai hal yang biasa. Untuk itulah saya berkomitmen terus belajar mengenai cara-cara berbisnis dalam Islam..”, jelasnya panjang lebar.

Man temans…
Memang mas Ridho ini termasuk orang yang sangat bersemangat dan antusias belajar mengenai transaksi dan muamalah syariah. Saat acara Work Shop Property Syariah di Pontianak, beliau ini orang yang paling sering ngejar ngejar panitia pelaksana, agar ada acara lanjutannya. Dan jangan sampai acara seminar itu berhenti tidak ada kelanjutannya. Pokoknya harus lanjut apapun yang terjadi, walau andaikan pesertanya cuma dia seorang, hehee. Baginya, skema yang disodorkan Developer Property Syariah adalah solusi, dan bukan hanya sekedar acara motivasi agar menjauhi transaksi-transaksi ribawi.

“Iya tadz, saya butuh solusi. Ketika saya tersadarkan mengenai dosa dan bahaya transaksi ribawi, wajar saja saya berikhtiar mencari solusi praktisnya. Dan itu saya dapatkan di acara DPS, sementara di acara lain yang saya ikuti masih tidak jelas..”, begitu akunya.

“Trus, kaitannya dengan Projek Propertinya saat ini gimana..?”

“Alhamdulillah saat ini saya mengembangkan beberapa projek property dengan menggandeng para investor. Yang awalnya hanya 1 lokasi projek, sekarang alhamdulillah kami memiliki 7 lokasi projek..”, jawab mas Ridho manstraab.

7 projek bro.. manteb tenan.
Dalam catatan saya, beliau ini telah memiliki 4 projek di Singkawang, 1 di Sambas, 1 di Mempawah dan 1 lagi projek di Pontianak. Salah satu keberhasilan mas Ridho ini adalah memadukan skema Property Syariah dengan skema lembaga keuangan yang telah ditata agar tidak bertentangan dengan syariah.

Untuk memperdalam akad-akad transaksi dan muamalah Syariah, beliau juga serius menimba ilmu Syariah in Business yang diselenggarakan Developer Property Syariah (DPS) dan Komunitas Pengusaha Rindu Syariah (PRS) di Jakarta beberapa hari yang lalu. “Saya harus belajar dari ahli dan praktisinya langsung, yang mengerti solusi praktis, karena ini bukan sekedar urusan motivasi..”, begitu alasannya terbang jauh-jauh dari Singkawang Kalbar.

“Terus terang yang dilakukan Mas Ridho, jika sukses, bisa menjadi prototype ideal memadukan skema Property Syariah dengan Lembaga Keuangan yang ditata sedemikian rupa dengan aturan Syariah. Nah, apa pesan mas Ridho buat kita semua..?”

“Perjuangan membebaskan riba ini memang belum selesai, namun kurang lebih satu semester berlalu, sudah sangat banyak memberikan pencerahan dan langkah-langkah real menyelesaikan permasalahan riba. Semoga Allah menyampaikan usia ini pada kondisi yang benar-benar membebaskan kami semua dari riba. Terus maju Property Syariah, semoga berjaya…!”, pekik mas Ridho bersemangat.

Alhamdulillah…
Satu lagi titik cerah mungkin bisa kita dapatkan dari perjuangan mas Ridho ini. Usaha yang dibangun orangtuanya yakni Bank Perkreditan Rakyat sejak puluhan tahun silam perlu solusi. Dan alhamdulillah, setahap demi setahap beliau berusaha mengubahnya agar usaha keluarganya ini tidak bertentangan dengan Syariah. Berhasilkah..? Mari kita doakan semoga beliau bisa menuntaskan perkara ini, sekaligus menjadi pionir dalam memadukan skema Property Syariah dengan Lembaga Keuangan yang sesuai dengan hukum-hukum Syariah.

Salam Berkah Berlimpah

Dari Kami,
Developer Property Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *