Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (12) – Pengusaha Kaya Raya yang Berani Tinggalkan Riba, Bersiap Hidup Sederhana

MEREKA YANG BERHIJRAH (12)
[Pengusaha Kaya Raya yang Berani Tinggalkan Riba, Bersiap Hidup Sederhana]

Nama lengkapnya Raden Mas Panji Wuryanano. Kami para pegiat Property Syariah memanggilnya dengan panggilan akrab, pak Nano saja. Mendengar nama ini pasti yang terbersit dibenak kita adalah nama permen, betul ‘kan..? Hehehe. Memang perjalanan hidup pak Nano ini penuh warna, kayak permen Nano Nano.

Salam Satu Trilyun..!
Ini sapaan khas pak Nano kepada audiens. Iya, selain dikenal sebagai pengusaha tulen, beliau juga lama malang melintang di dunia training motivasi bisnis. Informasi lebih detail mengenai pria kelahiran Surabaya ini bisa diakses di website pribadinya di www.wuryanano.com

“Karier bisnis bapak kelihatannya penuh warna, boleh diceritakan sedikit tentang perjalanan bisnis pak Nano..?”

“Iya, saya sudah puluhan tahun menjalani hidup sebagai Entrepreneur. Bagi saya, ini sungguh sangat menyenangkan..”, begitu pak Nano mulai bercerita. “Sebelumnya saya sempet kerja di BUMN sebagai Farm Manager Unit Pertanian dan Peternakan, mengingat saya adalah lulusan dokter hewan Universitas Airlangga. Walau seorang dokter, tapi saya ini dokter yang tidak pernah membuka praktek klinik..”

“Pernah jatuh menjalani bisnis, pak Nano..?”

“Jatuh bangun dalam bisnis itu biasa. Pada awalnya bisnis saya lancar-lancar saja. Imbas krisis moneter 1998, bisnis saya jatuh sehingga merugi hingga milyaran rupiah. Saat itu saya jual aset-aset saya seperti rumah, tanah dan mobil untuk membayar hutang saya ke bank dan beberapa relasi bisnis..”, kenang pak Nano. “Pada tahun 2000, saya berhasil bangkitkan kembali bisnis saya itu dengan “bantuan hutang” dari bank. Bisnis saya mulai berkembang lagi dan saya mulai “terlihat” kaya raya lagi..”, tambahnya.

“Mulai tertarik di bisnis property kapan, pak..?”

“Tahun 2011 dengan skala kecil-kecilan. Saya mulai beli sebidang tanah dan membangun 2-3 rumah. Lalu saya jual kembali. Ternyata untungnya lumayan. Dan saat itu tanpa hutang bank karena modal saya masih cukup..”, jelas Pak Nano. “Justru dari sinilah saya mulai berfikir, seandainya saya bisa bikin skala lebih besar lagi alangkah hebatnya..”.

“Naaaah… ke bank lagi ‘kan..?”

“Iya tadz. Sejak saat itu saya kembangkan bisnis property dengan “bantuan” modal bank hingga 4 projek perumahan dengan jumlah 30-40 unit di tiap projeknya..”, ungkap pak Nano. “Saya mulai menikmati bisnis sebagai developer property yang nilainya puluhan milyar di setiap projek saya..”, kenangnya.

“Ngomong-omong hutang bapak saat itu berapa ya..?”

“Selain hutang perusahaan sejumlah puluhan milyar, saya juga punya hutang pribadi yang nilainya kurang lebih sama, puluhan milyar rupiah juga..!”, jelas pak Nano.

“Wow… gede juga hutangnya pak..!”

“Betul tadz. Dan suatu ketika saya merenung dan menelaah. Tersadar kalau bunga yang dibebankan oleh bank ke saya ternyata sangat besar. Sehingga selama ini saya ternyata bekerja untuk pihak bank, untuk melunasi hutang saya, membayar bunga dan “margin” yang sudah ditetapkan sejak awal oleh bank..”, ucap pak Nano. “Ternyata saya bekerja untuk bank, bukan untuk diri saya dan keluarga saya sendiri..!”.

“Trus, kapan bapak ketemu momentum untuk berubah..?”

“Tahun 2015 ketika mengikuti seminar anti riba. Setelah acara itu saya mulai berembug dengan istri dan kedua anak saya untuk jual aset aset yang ada dan melunasi semua hutang riba. Konsekuensinya, kami sekeluarga harus mau mulai hidup sederhana, meninggalkan kebiasaan hidup mewah..”, ungkap pak Nano. “Dan momentum puncaknya ketika saya ikut acara Developer Property Syariah. Terus terang saya kaget, ternyata bisnis property itu dapat dilakukan secara syar’iy sesuai ajaran Islam. Tanpa hutang, tanpa riba, tanpa denda, tanpa sita, dan tanpa asuransi..”, imbuhnya.

Man teman..
Pak Nano ini sungguh luar biasa. Beliau dengan segera menjual aset-aset yang ada, termasuk aset bisnis yang telah melambungkan namanya. Kesemuanya digunakan untuk menutup hutang-hutang ribanya. Hmmm…. sungguh, tidak banyak pengusaha yang ikhlas melepas aset sebagaimana beliau ini.

Pasca melepas aset-asetnya senilai milyaran rupiah untuk menutup hutang riba, oleh mitra-mitra bisnisnya pak Nano dianggap aneh bahkan dipandang sebelah mata. “Dulu mobilmu milyaran harganya, kok mau-maunya kamu sekarang cuma pakai kijang kotak..?”, begitu salah satu cibiran dari mitra bisnisnya. Dan makin aneh ketika beliau berkomitmen berbisnis Property Syariah.

“Oiya pak, apa kesan pertama bapak saat mengikuti acara Developer Property Syariah..?”

“Wow… itu ungkapan saya pertama kali saat tersadarkan oleh uraian skema DPS ini. Dahsyaaat..!”, jawab pak Nano bersemangat.

“Apa yang pak Nano lakukan setelah ikut acara kami..?”

“Saya benar-benar mau meninggalkan hutang riba yang selama ini menjerat bisnis-bisnis saya, termasuk bisnis property saya..”, jawabnya. “Saya mau hijrah menjadi Developer Property Syariah 100% dengan meninggalkan hutang riba yang dilaknat oleh Allah SWT.”

“Manstraaaab. Ayo pak, kami dukung..!”

“Memang, saya perlu energi ekstra untuk benar-benar menjalankan bisnis Property Syariah ini. Beda banget dengan skema konvensional yang tinggal kontak bank dan semuanya dapat langsung “dibantu dana” oleh bank..”, jelas pak Nano.

“Apa yang menguatkan tekad bapak untuk berhijrah meninggalkan skema bisnis property konvensional dan beralih ke skema Property Syariah..?”

“Saya yakin Allah SWT pasti menunjukkan jalan-Nya dan memudahkan saya untuk mewujudkan kemauan dan komitmen saya. Mohon doanya agar saya tetap istiqomah dalam mewujudkan kemauan saya terjun di bisnis Developer Property Syariah..”, jawab pak Nano.

“Ada lagi yang ingin bapak sampaikan untuk teman-teman..?”

“Salam sukses dan berkah bagi kita semua, para pegiat Developer Property Syariah. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memudahkan urusan kita semua. Salam Satu Trilyun..!”. Demikian pesan beliau buat kita semua.

Alhamdulillah…
Ada rasa haru terselip dalam hati mendengar kisah hijrahnya pak Wuryanano ini. Beliau salah satu tokoh pengusaha yang disegani, kini bertekad kuat berhijrah untuk berbisnis secara syariah. Semoga Allah meridhoi aktivitas beliau dan memberikan keberkahan atas langkah dan ikhtiar beliau membumikan skema Bisnis Property Syariah ini.

Salam Berkah Berlimpah

Dari Kami,
Developer Property Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *