Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (11) – Perjuangan Membumikan Property Syariah di Bumi Papua

MEREKA YANG BERHIJRAH (11)
[Perjuangan Membumikan Property Syariah di Bumi Papua]

Namanya Bayu Nugroho, MT. Bukan Magister Teknik tapi Master Tanah, hehee. Iya betul tebakan anda, sesuai namanya, mas Bayu ini bisa dipastikan bukan orang asli Papua. Apalagi kalau dilihat fotonya, tidak sedikitpun terlihat seperti orang Papua. Walau begitu, beliau merasa sangat cinta pada daerah ini. Terbukti, mas Bayu justru mengembangkan usaha disana dan bukan sekedar numpang usaha mengais rejeki lantas dibawa pulang kembali ke pulau Jawa.

“Kapan mulai buka usaha di Papua, mas..?”

“Sejak 2011 tadz. Walau saat itu belum jelas usahanya apa, juga modalnya darimana, namun namanya sudah saya tetapkan, Aufa. Wis pokoknya nekad saja..!”, jawabnya antusias.

“Kok bisa main di Property, gimana ceritanya mas..?”

“Secara tidak sengaja, waktu itu saya ditantang dan dikasih lahan oleh seorang tokoh. Terserah mau dipakai untuk apa. Nah, dari sanalah muncul ide bikin perumahan yang saya namakan Perumahan Griya Pasifik Permai..”, jawab mas Bayu.

“Sukseskah..?”

“Stress tadz. Pas saya buka perumahan, ditempat saya terjadi kerusuhan. Jadi tidak ada satupun rumah saya yang laku terjual hingga hampir setahun. Padahal saya harus bayar lahan ke pemiliknya..”, jawab mas Bayu. “Coba ustadz tebak, darimana akhirnya saya dapat dana untuk bayar lahan..?”

“Bank. Betul ‘kan..?”

“Iya tadz, itulah yang terpikir saat itu. Dan itulah awal mula saya terlibat hutang riba. Jumlahnya 1 M. Dan yang saya pikir ini bisa menyelesaikan masalah, yang terjadi justru memunculkan masalah-masalah baru..”, tukasnya.

“Apa masalahnya..?”

“Pinjaman baru berjalan 3 bulan, saya sudah diwajibkan mengembalikan dana pinjaman 25% nya. Sejak saat itu saya berifikir, ini pasti ada yang salah. Usaha belum juga berjalan lancar tapi sudah harus mengembalikan modal ke bank..”, jawab mas Bayu. “Darisanalah saya coba cari-cari, adakah konsep yg lebih baik mengenai masalah permodalan ini..”, imbuhnya.

“Trus ketemu caranya..?”

“Enggak tadz, hehee. Tapi sejak saat itu saya terus mencari-cari skema idealnya. Nah karena tidak ketemu caranya, saya kembali pinjam di Bank 1,5 M. Padahal saat itu saya sudah yakin bahwa skema hutang untuk bisnis ini salah..”, jelas mas Bayu.

“Lha udah yakin salah, kenapa malah diterusin berhutang..?”

“Terpaksa tadz. Karena ada team saya yg bikin ulah padahal dia rajin banget ibadah ke gereja setiap minggu. Ternyata kalau urusan uang, bisa menimpa siapa saja..”, jelas Mas Bayu.

Oiya, Mas Bayu saat ini telah memiliki beberapa projek Property Syariah. Selain Aufa Property di Jayapura dan Griya Pasifik Permai, beliau juga mendirikan bisnis Property atasnama perumahan Mandala Home Stay, Griya Madani Village dan Kampoeng Ceria Sentani. Manteb “kan..? Punya projek Property Syariah di bumi Papua. Tertarik join dengan beliau..?

“Bisa diceritakan awal mengenal skema Property Syariah di projeknya mas Bayu..?”

“Akhir 2015 saya ikut acara yang diadakan Developer Property Syariah. Dan inilah skema yang saya pernah pikirkan sekian lama. Ternyata DPS berhasil memformulakan skema tersebut dengan sangat meyakinkan. Terima kasih atas ilmunya, tadz dan khususnya bab fiqih muamalah. Sejak saat itu saya makin manteb dan ikutan ngaji..”, jelas mas Bayu.

“Setelah merasa mantab, apa yang dilakukan mas Bayu..?”

“Sejak itu juga, tepatnya di akhir 2015 saya nyatakan bahwa bisnis property saya telah hijrah ke skema Property Syariah #TanpaBank..”, jawabnya manstraab.

“Pengalaman menerapkan skema syariah di bumi Papua gimana..?”

“Awal-awal sangat lancar tadz. Karena skema baru ini ternyata sangat diminati konsumen. Walau pun saat ini ada kendala. Tapi kendalanya bukan di skema syariahnya, namun lebih di kesiapan team internal projek saya. Ini persoalan SDM dan manajemen saja..”, tukas mas Bayu.

“Bisa lebih diperjelas mas Bayu..?”

“Saya dikhianati pemilik lahan yang mengambil dokumen tanah di kantor tanpa ijin, akibatnya projek ada yang gagal padahal penjualan bagus. Trus ada juga masalah di bagian pengawasan konstruksi yang teledor. Ini sebenarnya perkara teknis yang semestinya tidak terjadi..”, ujarnya.

“Masih sering digodain oleh orang bank..?”

“Yaa masihlah tadz. Ini saja barusan ditelpon pihak bank. Ada yang nawari 2 M, 3 M bahkan 5 M. Tinggal tandatangan saja udah cair. Bener bener digodain nih tadz..”, jawab mas Bayu. “Terkadang terpikir untuk ambil lagi pinjaman bank. Tapi saya anggap ini adalah ujian dari Allah untuk bisa menjadi lebih bijak dan sabar mengelola bisnis property..”

“Bagaimana perasaan mas Bayu saat ini..?”

“Walau pun projek kami sedang memerlukan dana, tapi yang jauh lebih penting adalah kedamaian hati dan jiwa. Alhamdulillah sejak memutuskan hijrah menggunakan skema syariah, Allah memberikan segalanya. Kedamaian, ketenangan, keikhlasan dan kerendahan hati sehingga bisa sabar dan tabah menghadapi ujian..”, ungkap mas Bayu.

“Ada pesan yang ingin mas Bayu sampaikan ke teman-teman..?”

“Bersabarlah. Insyaallah semua akan sampai pada waktunya. Saya yang baru memulai saja saat ini telah mendapatkan banyak penawaran. Mulai lahan seluas 16 hektar tanpa bayar dan beberapa lokasi lain yang muanteb. Dan baru sore tadi ditawari untuk mendirikan¬†¬† Rumah Sakit Islam di Jayapura. Alhamdulillah. Mohon doanya ya teman teman agar segera terealisasi sehingga saudara-saudara seiman kita disini punya bargaining yang lebih kuat dan disegani. Mari kita bersinergi disini..”. Demikian pesan mas Bayu. “Mohon doanya juga agar ummat Islam di Papua makin diterima masyarakat Papua sebagai agama yang Rahmatan lil ‘alamin..”, tambahnya.

Aamiiin… aamiin.. aamiin..
Yuk mari doakan agar mas Bayu bisa tetap istiqomah membumikan skema Syariah dalam bisnis Propertinya di Papua. Sekaligus diberikan kekuatan agar senantiasa kuat bertahan dan terus berjalan dalam dakwah ini.

Salam Berkah Berlimpah

Dari Kami,
Developer Property Syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *