Inspirasi

MEREKA YANG BERHIJRAH (1) – Kontraktor Besar di Kaltim

MEREKA YANG BERHIJRAH (1) - Kontraktor Besar di Kaltim

Namanya Sucipto. Lelaki gesit nan lincah ini sebelumnya adalah kontraktor besar di Kaltim. “Kalau hanya membangun gedung tinggi & perkantoran, insyaallah saya juga bisa pak..”, katanya suatu saat. “Saya sudah kenyang lika-liku urusan pekerjaan terkait konstruksi..”

Sebagaimana hampir semua kontraktor melakukannya, menggarap proyek-proyek milik pemerintah menjadi santapan favorit lelaki kelahiran Banyuwangi ini. Dan sudah menjadi rahasia umum, untuk mendapatkan projek dari pemerintah, biaya entertain merupakan menu wajib sebagai pemancing datangnya projek. “Dulu, keluarin duit 25 juta sehari itu sesuatu yang biasa saya lakukan untuk entertain..”, akunya sambil menunduk.

“Trus, apa service yang pak Cipto lakukan agar mendapatkan projek..?”

“Oalaah, pokoknya segala jenis kemaksiatan sudah pernah kita berikan untuk service. Tapi saya sudah menghitungnya, pak. Berapa duit yang sudah saya keluarkan untuk urusan maksiat ini..”, jawabnya.

“Berapa..?”

“Sekian Milyar… itu yang saya ingat saja. Yang saya tidak ingat jumlahnya juga ada. Tapi saya berjanji akan menebusnya dengan harta saya yang halal, semoga Allah mengampuni saya atas kebodohan yang saya lakukan..”, tekadnya nampak kuat terhunjam melalui lisannya.

Sahabat pejuang..
Inilah komitmen dari mantan kontraktor besar yang kini telah bertaubat. Yang juga berkomitmen meninggalkan segala hal transaksi bermasalah termasuk riba dan suap. Banyak kawan-kawan saya yang kontraktor juga mengakui hal ini. Bahkan ada salah satu dari mereka yg bilang, 9 dari 10 kontraktor pasti bermasalah. Selain riba dan suap, berbuat curang adalah sesuatu yang biasa dilakukan.

Kisah pak Cipto ini berawal sekitar 3 bulan lalu, ada kejadian unik yang mengguncang pak Kontraktor ini. Suatu sore pak Cipto diajak temannya untuk ikut halaqah khusus pengusaha. Halaqah yang kebetulan membahas riba, setelah materi disampaikan pak Cipto menangis sesenggukan. “Iya tadz, saya masih punya hutang riba di bank. Jumlahnya masih 1,2 M. Ya Allah.. besar sekali dosa saya, saya berjanji sekuat tenaga segera membebaskan diri dari hutang riba..”

“Trus, apa yang akan bapak lakukan..?”

“Ijinkan saya sekali lagi ngerjakan projek. Sekali saja, biar saya bisa menutupi hutang-hutang riba saya..” begitu pintanya. Sang ustadz tersenyum tidak menjawab. Insya Allah akan dibahas pas halaqah minggu depan.

Minggu depannya..

“Hari ini materi halaqah yang akan kita bahas adalah bab suap atau risywah. Suap sudah menjadi tradisi yang mengakar dalam bisnis masa kini. Suap sudah dianggap biasa padahal Rasulullah telah bersabda dalam salah satu hadits bahwa Allah melaknat mereka yang menyuap dan yang disuap..”

Belum jauh pembahasan materi, untuk kedua kalinya pak Cipto tersungkur. Menangis sesenggukan. “Udah tadz, udah.. Gak ada harapan lagi saya mencari nafkah dari sana. Mustahil disini dapat projek tanpa risywah..”, ucapnya dibalik tangisnya. “Riba haram, risywah juga haram. Selesai sudah, saya taubat..!”, ungkapnya malam itu.

“Lha trus bagaimana pak..?”

“Doakan saya bisa jual rumah saya secepatnya. Untuk menutupi semua hutang riba saya. Bismillah saya hijrah, saya akan mulai dari nol. Mulai sesuatu yang baru..”, ucapnya malam itu.

Dan betul, sejak malam itu terjadi perubahan drastis pada diri saudara kita ini. Hari-harinya kini dihabiskan untuk beribadah, sholat, dzikir beristighfar mohon ampun pada Allah. Bahkan terkesan kurang peduli lagi untuk urusan yang lain, termasuk urusan keluarga dan pekerjaan. Bahkan ‘menyentuh’ istrinya pun nyaris tidak pernah dilakukan lagi. Sholat lagi, sholat terus..

“Skill saya di konstruksi, sementara di bisnis konstruksi dan property mustahil jika tanpa riba dan risywah. Saya gak tau lagi harus berbuat seperti apa..”, curhatnya. “Semua Mobil saya pun udah saya jual untuk biaya sehari hari, sisa 1 aja untuk transportasi..”, tambahnya. “Perhiasan dan harta lain juga sudah saya jual…”

Alhamdulillah..
Beberapa pekan lalu, atas kebaikan ustadznya, pak Cipto diikutkan program Komunitas Developer Property Syariah di Balikpapan Kaltim. Dan kini, semangatnya kembali membara dan menyala-nyala. Ternyata ada bisnis yang selama ini digelutinya, yang bisa dijalankan dengan tanpa harus bertabrakan dengan aturan Syariah.

Kemarin, disela-sela saya temani mengakuisisi lahan di Samarinda seluas 4 hektar, beliau berucap, “Rumah saya sudah saya iklankan dan sudah ada yang nawar 1,2 M tadz, Insyaallah akan saya lepas dibawah harga pasaran, walau dulu saya biaya bangunnya saja habis lebih dari 2 M. Doakan agar deal agar hutang riba saya bisa beres..”

“… insyaallah, Allah pasti akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Karena Nabi telah bersabda dalam hadits riwayat Ahmad, barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti dengan sesuatu yang lebih baik..”.

Malam itu kami berpisah setelah berdiskusi sekitar 5 jam lebih. Jam sudah menunjukkan pukul 00.30. Yaa, semoga Allah memberkahi langkah pak Cipto berhijrah. Dan menggantinya dengan bisnis yang lebih baik. Bisnis yang halal dan berkah. Doakan juga ya man teman..

Satu lagi…
Doakan juga agar beliau bisa istiqomah dalam jalan dakwah. Karena beliau pun sudah berkomitmen, akan menjadi bagian dari perjuangan dakwah penegakan Syariah dan Khilafah. Aamiin.

Salam Berkah Berlimpah
Developer Property Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *