Info Terkini

Melunasi Lebih Cepat (Lalu Minta Diskon), Bolehkah?

Melunasi Lebih Cepat (Lalu Minta Diskon), Bolehkah?

Melunasi Lebih Cepat (Lalu Minta Diskon), Bolehkah

Sudah lazim diketahui dalam transaksi jual beli kredit, jika seseorang melunasi lebih awal hutangnya dari tempo waktu pelunasan yg seharusnya, dia lantas meminta potongan harga. Bolehkah..?

Tentu saja yang dimaksud dengan transaksi jual beli kredit disini adalah transaksi kredit secara syar’ie (sebagaimana yang diadopsi DPS), dan bukan transaksi kredit ribawi yang saat ini banyak tersebar ditengah-tengah masyarakat seperti KPR, KPA, KIR, KUR, KUT, KTA, KKB, KCR, KPL, KYG, KRK dan sebagainya yang sedari awal terkategori transaksi kredit ribawi karena hutangnya berupa hutang uang dan ada tambahan (bunga) dalam nominal tertentu.

Dalam fiqh, pembahasan mengenai percepatan pembayaran hutang dikenal dengan istilah “dha’ wa ta’ajjal” yakni kurangilah hutang dengan kompensasi pelunasannya dipercepat. Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini dengan argumen masing-masing yang berimbang.

PENDAPAT YANG TIDAK MEMBOLEHKAN

1. Al Baihaqi dalam Sunan al Kubra dari Miqdad bin al Aswad, ia berkata, “Aku hutang kepada seseorang seratus dinar, kemudian keluarlah bagianku di suatu ekspedisi peperangan yg diutus Rasul SAW, maka aku katakan kepada orang : ‘Percepat untukku sembilan puluh dinar dan aku ambil sepuluh dinar.’
Orang itu berkata, “Baiklah.”
Lalu hal itu diceritakan kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda,
“Engkau makan riba ya Miqdad, dan engkau beri makan dia (riba).”

2. Sebagaimana yang diketahui, riba jahiliyyah adalah hutang yang ditangguhkan dengan tambahan yang disyaratkan. Tambahan itu sebagai kompensasi tambahan tempo waktu. Maka demikian juga sebaliknya, bahwa pengurangan sebagian hutang sebagai kompensasi percepatan waktu pembayaran juga dihukumi haram. Penambahan harga ataupun pengurangan harga disebabkan perubahan tempo waktu, dihukumi sebagai riba yang diharamkan.

PENDAPAT YANG MEMBOLEHKAN

1. Dari Ibn Abbas r.a, ia berkata :
Ketika Rasulullah SAW ingin mengusir Bani Nadhir, mereka berkata, “Ya Rasulullah, engkau memerintahkan mengusir kami padahal kami masih memiliki piutang yang belum terbayar.”
Maka Rasul bersabda, “Gugurkan sebagian dan segerakan.” (HR al Hakim)

2. Pendapat Abdullah bin Abbas r.a :
“Melainkan itu riba, akhirkan untukku dan aku tambah.” Dan bukan “Percepat untukku dan aku kurangi darimu.”

Developer Property Syariah (DPS) mengembangkan skema jual beli property berbasis angsuran langsung dari konsumen (pembeli) kepada developer (penjual). DPS bahkan menawarkan skema angsuran kredit secara syar’ie hingga durasi 10 tahun dan bahkan 15 tahun. Oleh karena itu, sangat mungkin para developer menemui kejadian pelunasan yang ingin dipercepat oleh para pembelinya.

Mengingat pendapat yang tidak membolehkan dan pendapat yang membolehkan pelunasan yang dipercepat dengan kompensasi potongan harga, memiliki argumentasi yang sama-sama kuat dan berimbang, maka DPS mengambil pendapat yang MEMBOLEHKAN potongan harga karena percepatan pembayaran dengan syarat bahwa inisiatif (permintaan sekaligus nominalnya) berasal dari pihak yang menghutangi.

Sebaliknya, jika permintaan pemotongan hutang itu berasal dari pihak yang berhutang (pembeli), maka kami cenderung tidak mengabulkannya atau (kalaupun) tetap mengabulkannya untuk dilunasi lebih awal tetapi kami tidak memberikan potongan harga kepadanya karena kawatir jatuh kepada sesuatu perbuatan yang diharamkan. Demikian, semoga bermanfaat.

Info projek Property Syariah bisa diperoleh di www.RumahDPS.id

Salam Berkah Berlimpah
Developer Property Syariah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *