EventHadist PilihanInfo Terkini

Kelas SPESIAL

Kelas spesial

Idealnya, kekayaan itu dimiliki oleh orang-orang sholih. Karena orang sholih insyaallah akan menggunakan hartanya untuk sesuatu yang bermanfaat. Jika pun dipakai bisnis, bisnisnya insyaallah yg sesuai syariah.

Rasulullah SAW bersabda,

يَا عَمْرُو نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

“Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang yang Shalih.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Nabi SAW juga bersabda,

لاَ بَأْسَ بِالْغِنَى لِمَنِ اتَّقَى وَالصِّحَّةُ لِمَنِ اتَّقَى خَيْرٌ مِنَ الْغِنَى وَطِيبُ النَّفْسِ مِنَ النِّعَمِ

“Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh sangat beruntung orang yang telah masuk Islam, diberikan rizki yang cukup dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim)

—-

Faktanya justru sebaliknya. Tidak banyak pemilik harta dari orang-orang sholih. Karena sebagian ustadz-ustadz kita justru memilih menyerukan untuk menjadi miskin. Padahal kekayaan pun bisa menghantarkan seseorang meraih surga. Yopora..?

Keterangan foto :
Kelas diskusi Investor Property di Hotel Sofyan semalam. Ada yang Hindu, Buddha, Konghucu, Kristen, Katholik dan tentu saja ada saya yang Muslim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *