Hadist Pilihan

Balada Sulha dan Rosihan (Bagian 1)

💸 MENGHUTANGI ITU MULIA💰

Balada Sulha dan Rosihan (Bagian 1)

(Bagian 1 dari 9 tulisan)

✅ Sulhan dan Rosihan adalah kawan karib sejak belasan tahun silam. Keduanya sama-sama aktivis di padepokan yg sama, kuliah di almamater yg sama, berguru pada suhu yg sama, sekaligus sama-sama berprofesi sebagai motivator dan trainer bisnis. Bedanya, Rosihan adalah praktisi bisnis yg sesekali berbagi ilmu sebagai trainer (mentrainingkan bisnisnya), sedangkan Sulhan bisnisnya adalah sebagai trainer alias membisniskan training. Tau bedanya ‘kan..?

✅ Alkisah al-Imajiner, sudah cukup lama keduanya tidak bersua karena kesibukan masing-masing, tapi keduanya diem-diem mengamati pergerakan dan aktivitas sahabatnya. Sungguh banyak capaian yang ditorehkan keduanya, yang sama-sama berlomba dalam kebaikan. Sampai akhirnya Rosihan bertemu Sulhan secara tidak sengaja dalam suatu acara.

➕ “Hai Sul, apa kabarmu..?”, sapa Rosihan bersahabat sembari cipika cipiki. “Lama kita tak berjumpa neh..”


“Alhamdulillah… ruarr biasa… Allahu Akbarrr…!”, jawab Sulhan khas motivator sembari mengepalkan tangannya penuh semangat. “Gimana bisnisnya, kelihatannya makin sibuk saja..?”

➕ “Alhamdulillah lancar jaya, kamu sendiri gimana Sul..?”


“Biasa saja, walau ada sedikit penurunan karena kondisi ekonomi sedang mengalami fase perlambatan..”, jawab Sulhan. “Bisnismu apa yang sedang moncer sekarang, Ros..?”

➕ “Bisnis saya banyak, saya jual barang dengan cara memudahkan konsumen sebagaimana ilmu yg kita peroleh dari tuan guru kita..”


“Memudahkan gimana..?”, tukas Sulhan.

➕ “Iya, saya jual barang dengan skema bayar yg longgar sesuai dengan kemampuan konsumen. Jika ada yg sanggup bayar setahun, saya jual secara angsuran selama setahun. Jika ada yg sanggupnya bayar dua tahun maka saya pun izinkan dibayar dua tahun dan seterusnya. Tentunya dengan skema yang syar’ie dan halal..”, jelas Rosihan.


“Nah, yang seperti itu salah besar. Itu namanya membiasakan mereka berhutang. Sementara berhutang adalah sesuatu yg buruk. Kamu tau sendiri dampak berhutang sekaligus hapal dalilnya..”, tegas Sulhan.

➕ “Eiiitttt… jangan salah, Sul..”, potong Rosihan.


“Salah gimana, bukankah sudah jelas berhutang itu sesuatu yang buruk..?”, bantah Sulhan. “Dan kamu telah membuat mereka punya kebiasaan jelek yakni berhutang. Udah gitu, kamu ajarkan dan sebarkan itu dimana-mana..!”, tambahnya.

➕ “Eiiiitttt… ‘ntar dulu. Mari kita berpikir jernih. Membiasakan berhutang dengan membiasakan menghutangi itu sesuatu yg berbeda..”


“Maksudmu..?”, tukas Sulhan.

➕ “Kalau aku jual barang ke satu konsumen yg butuh sesuai dengan kemampuan bayar mereka, itu berbeda jika aku jual barang berkali-kali ke konsumen yg sama..”, jawab Rosihan. “Saya bantu penuhi kebutuhan mereka dan bukan sekedar keinginan mereka. Jika beli berkali-kali bisa jadi itu karena keinginan. Namun jika belinya hanya sekali, sangat mungkin karena dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup mereka..”


“Tapi itu ‘kan seperti membiasakan berhutang..?”, potong Sulhan gak mau kalah.

➕ “Lho beda donk. Justru yg aku lakukan adalah membiasakan memberikan hutangan. Kamu tau ‘gak sih bedanya kebiasaan berhutang dengan kebiasaan menghutangi..?”, tanya Rosihan.


“Apa bedanya..?”, Sulhan balik bertanya.

➕ “Yang aku lakukan adalah menjual barang ke banyak konsumen. Itu artinya menghutangi ke banyak orang yg masing-masing belum punya barang tersebut. Dan mereka butuh. Ini adalah membiasakan menghutangi. Menghutangi itu mulia, jelas beda donk dengan membiasakan berhutang. Lha kamu ‘kan udah ngerti kisah Abdurrahman bin Auf idola kita..”, jelas Rosihan.


“Kisah yg mana..?”, sergah Sulhan.

➕ “Lha Abdurrahman itu ‘kan hobinya menghutangi. Bahkan hampir seluruh penduduk Madinah pernah bertraksaksi dengan beliau. Sepertiganya malah dihutangi oleh Abdurrahman. Masak kamu mau bilang Abdurahman bin Auf mencelakakan orang hanya gara-gara beliau demen ngutangin orang..?” Jawab Rosihan. “Keterlaluan kamu Sul.. Sul..!”


“Lalu..?”, tukas Sulhan.

➕ “Nih, aku ingetin kembali apa yg pernah diajarkan oleh tuan guru kita tentang keutamaan menghutangi. Baca ya..?”

🍀
🌷
🌹

1⃣ PAHALANYA 1/2 SHADAQAH

“Tidaklah seorang muslim menghutangi kepada seorang muslim lainnya sebanyak dua kali melainkan ia seperti menyedekahkannya sekali..” (HR Ibnu Majah)

2⃣ DIMUDAHKAN URUSANNYA DUNIA AKHIRAT

“Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat..” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

3⃣ KEHIDUPANNYA DIBERKAHI ALLAH

“Allah merahmati orang yang mudah ketika menjual, membeli dan meminta haknya.” (HR Bukhari)

4⃣ MAKIN BESAR PAHALANYA JIKA MEMBERI KELONGGARAN

“Barangsiapa memberi tempo waktu kepada orang yang berhutang yang mengalami kesulitan membayar hutang, maka ia mendapatkan sedekah ada setiap hari sebelum waktu pembayaran. Jika waktu pembayaran telah tiba dan kemudian ia memberi tempo lagi setelah itu kepadanya, maka ia mendapat sedekah pada setiap hari semisalnya..” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Al Hakim)

5⃣ DIAMPUNI DOSANYA OLEH ALLAH

“Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang tidak pernah mengamalkan kebaikan sebelumnya. Dia adalah orang sering memberikan hutang kepada manusia, lalu ia berkata kepada pembantunya, ‘Tagihlah orang yang mudah, biarkanlah orang yang susah dan maafkanlah, mudah-mudahan Allah memaafkan kita.’
Maka tatkala orang itu meninggal dunia, Allah SWT berkata kepadanya, “Apakah engkau pernah berbuat kebaikan meski sedikit ?”
Ia menjawab, ‘Tidak, kecuali bahwa aku dulu punya pembantu dan dahulu aku selalu memberikan hutang kepada manusia. Jika aku mengutus pembantuku untuk menagih hutang, aku berkata kepadanya, “Tagihlah orang yang mudah, biarkanlah orang yang susah dan maafkanlah, mudah-mudahan Allah memaafkan kita.”
Maka Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh, Aku telah memaafkan kamu.”
(HR An-Nasai, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

6⃣ DINAUNGI ALLAH PADA HARI KIAMAT

“Barangsiapa menghilangkan kesulitan dari orang yang berhutang kepadanya atau ia menghapuskan hutangnya maka ia berada dalam naungan ‘Arsy pada hari Kiamat..” (HR ad-Darimi, dan Ahmad)

7⃣ MAKIN BERLIPAT GANDA RIZKINYA

“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rejeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” [TQS Al Baqarah 245]

8⃣ DIPUJI DAN DIDOAKAN OLEH NABI SAW

“Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu, keluarga dan hartamu. Sesungguhnya balasan dari pinjaman adalah pelunasan (dengan sempurna) dan pujian..” (HR An Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad)

9⃣ JUAL BELI TIDAK TUNAI (DENGAN MENGHUTANGI) ADALAH DIBERKAHI ALLAH

“Ada tiga jenis transaksi yang mengandung berkah, (salah satunya adalah) jual beli tidak secara tunai..”. (HR. Ibnu Majah)

🍀
🌷
🌹

“Lhoh Sul… Sul, kamu mau kemana..? Lagi dijelasin kok kabur..?”

“Kebelet pipis..!”, Sahut Sulhan

“Oke buruan kesini lagi ya..? Aku masih ada 8 penjelasan lagi yang mesti kamu dengerin. Biar kamu gak makin ngawur..!”

(bersambung jika perlu disambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *