YUK, NGAJI

YUK, NGAJI

Tidak harus menjadi pengusaha dulu untuk tau mengenai hukum transaksi-transaksi berikut :

1. KPR
2. Asuransi
3. Kartu Kredit
4. Leasing
5. Kartu Debet
6. Nabung di Bank
7. Dana Talangan Haji
8. Bisnis Online
9. Kebun Emas
10. Reksadana
11. Deposito
12. Koperasi
13. Pegadaian
14. Forex
15. Bisnis Online
16. Pasar Saham
17. Valas
18. Dropship
19. Obligasi
20. Sukuk
21. Multi Level Marketing
22. Money Game
23. PT dan CV
24. Franchise
25. Lelang

“Janganlah seseorang masuk berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk Riba” (Umar Bin Khatab ra)

“Barangsiapa yang berbisnis belum memahami agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam Riba, kemudian terjerumus didalamnya dan terus menerus terjerumus ke dalam Riba” (Ali Bin Abi Thalib ra)

Yuk, Ngaji..!

Cerita SERU Pelaku RIBA

CERITA SERU PELAKU RIBA

Alhamdulillah, selama 6 tahun punya akun FB ini, saya belum pernah share kisah yang belum jelas asal muasalnya atau belum kenal yakin sumber awalnya. Ini untuk menghindari jika itu adalah cerita hoax. Oleh karena itu, saya mohon maaf jika kisah ini belum saya verifikasi karena saya dapati dari group WA. Jika hoax semoga dimaafkan dan jika benar, semoga jadi pelajaran bagi kita semua. Terutama bagi mereka yg masih merasa nyaman bekerja di institusi produsen riba yaitu BANK. Saya edit sedikit jika ada redaksi kata yg salah tanpa mengurangi cerita awalnya. Semoga bermanfaat.

NASIB JENAZAH PEGAWAI BANK

Beginilah kisah selengkapnya Nasib Jenazah Pegawai Bank Pemakan Harta Riba, silakan disimak semoga memberikan pelajaran untuk kita semua.

Jarum jam disini menunjukkan pukul 09.30 wita. Salon dan toko baru dibuka se jam yang lalu. Pelanggan setia saya sudah ada yang datang. Bu Haji ‘S’ pedagang grosir busana muslim yang biasanya ke salon saya hari sabtu atau minggu. Karena hanya pada hari libur saja putra beliau bisa bantu jaga toko.

Saya sapa, “Ehh..bu haji tumben hari kerja bisa kesini.”

Bu haji : “iya bu Dess, sekarang ada anak saya yang bantu jualan di toko.”

Saya : “hlo..anak ibu bukannya kerja di bank ? Ini kan hari senin bu..” #basa-basi

Bu Haji : “Anak saya berhenti kerja di bank, bu Dess..”

Saya : “Kenapa berhenti bu ? ‘Kan udah lumayan jabatannya..?” #kepo.

Bu Haji : “iya bu, Dess. Kira-kira beberapa bulan yang lalu, anak saya ikut mengantar jenazah salah satu karyawan dia di kantor ada yang meninggal. Jadi pas jenazah sudah selesai dikuburkan, datang 1 jenazah lain yang mau dikubur juga. Setelah itu baru diketahui ternyata jenazah alm teman anak saya itu salah dimasukkan ke liang kubur jenazah yang baru datang tadi..”

Saya : “Terus gimana bu..??”

Bu Haji : “Jadi terpaksa digali lagi makamnya. Dan setelah digali semua orang terkejut melihat kondisi jenazah teman anak saya itu bu..”

Saya : “Kondisinya gimana bu haji ?”

Bu Haji : “Belum 1 jam bu Dess, setelah dibuka papannya…Astaghfirullah.. jenazahnya hangit..” (Hangit = Hangus)

Astaghfirullah…
Tenggorokan saya kering seketika.

Saya : “Kenapa bisa begitu bu..??”

Bu haji : “Anak saya hanya bilang, setelah kejadian itu anak saya pulang ke rumahnya. Dan bilang kpd istrinya bahwa dia mau resign dari bank tempat dia kerja. Istrinya juga pegawai bank bu Dess. Terjadilah pertengkaran anak saya dgn istrinya. Pokoknya istrinya minta cerai kalau anak saya berhenti kerja di bank. Alasannya hidup sudah mapan. Penghasilan juga bagus. Kalau berhenti gimana nasibnya nanti. Itu kata istri anak saya bu Dess..”

“Anak saya bilang, alm teman sekantornya itu semasa kerja di bank selalu minta jatah sekian persen dari pencairan hutang kepada debitur. Apalagi kalau debiturnya chinese dia bisa minta jatah hingga 10% dari uang yang dicairkan. Setelah cair dana yg diminta dari debitur itu dibagi-bagikan ke teman2 yg lain termasuk anak saya. Dan hal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun..”

“Setelah melihat kejadian di kubur tadi, anak saya menangis. Merasa telah banyak dosa dan turut memakan riba yang dosanya luar biasa. Maka dari itu anak saya memutuskan untuk resign dari bank tempat dia bekerja. Meskipun resikonya dia harus bercerai dari istrinya..”

“Sekarang anak saya ikut saya bantu mengembangkan usaha dagang saya. Anak saya bilang… ‘Saya lebih baik hidup seadanya dengan uang halal daripada hidup mewah dengan riba dan segala dosanya..’”

Saya : “MasyaAllah. Beruntung anak pian (Anda) segera bertobat bu haji. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita bu haji. Dan melancarkan jalan hijrah anak pian (Anda)..”

*Satu lagi kisah nyata yang saya jadikan pelajaran berharga. Bahwa Allah menunjukkan langsung siksa kubur kepada kita yang masih hidup, agar kita menjauhi dan meninggalkan riba.

Masya Allah…
di dunia aja azabnya sudah mengerikan seperti ini apalagi kelak di akhirat. Semoga kita bisa beristiqomah melawan riba. Aamiin….

—–

Bagi Anda para pegawai Bank yang meragukan kisah seperti ini, sesungguhnya membuktikannya gampang. Anda mati dulu, nanti setelah satu jam mintakan kepada keluarga untuk membongkar lagi makam Anda.

Jika jenazah Anda hangus bin gosong, berarti benar ceritanya, hehehe. Tetapi jika jenazah anda ternyata bersih seperti terpancar cahaya, apalagi jika harum mewangi seperti (insyaallah) jenazah Siyono, maka cerita jenazah pegawai bank yang gosong diatas adalah hoax.

Begitu ya..?
Selamat mencoba..

Cerita Seru Pelaku Riba

AWAS, RIBA TERSELUBUNG

AWAS, RIBA TERSELUBUNG

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

قَاتَلَ اللهُ الْيَهُودَ، إِنَّ اللهَ لَـمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ

“Allah memerangi Yahudi, sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas mereka lemak bangkai, namun mereka (siasati dengan) mencairkan lalu mereka jual dan mereka memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sungguh, akan ada sekelompok manusia di kalangan ummatku yang meminum khamr dan mereka menamakannya dengan selain namanya.” (HR Ahmad, Abu Daud dan Ibnu Majah)

“Akan datang suatu saat nanti kepada ummat ini tatkala orang-orang menghalalkan riba dengan dalih perdagangan.” (HR Ibnu Bathah)

AWAS, RIBA TERSELUBUNG

ENGGAN MASUK SURGA

ENGGAN MASUK SURGA

Masuk surga kok enggan, emang ada..?
Ada kok. Ini ada buktinya. Pengen masuk surga tapi tidak mau mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كل أمتي يدخلون الجنة إلا من أبى، قيل ومن يأبى يا رسول الله؟! قال: من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني فقد أبى

“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ?
Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan masuk surga“ (HR Bukhari)

Trus piye, jal..?

ENGGAN MASUK SURGA

KAYA DARI RIBA, UNTUK APA ?

KAYA DARI RIBA, UNTUK APA ?

Pesan Nabi, “Janganlah kalian takjub, pada mereka yang memiliki harta dari yang haram…”

Ya, kita memang mudah takjub, kagum, terkesima, kesengsem..

– Pada mereka yang punya mobil mewah..

– Pada mereka yang punya rumah megah..

– Pada mereka yang punya harta wah..

Saya menjadi saksi, ada banyak pengusaha yang terlihat kaya raya karena kendaraannya mewah, rumahnya megah dan seolah-olah bisnis dan penghasilannya wah. Tapi setelah kenal dekat dengan mereka, rata-rata ngaku jika hutangnya lebih banyak jika dibanding dengan aset yang dimilikinya. Inilah salah satu pengakuan mereka, yang hutang ribanya masih diatas Rp 60 M.

“Tadz, kalau semua aset saya dijual, itu pun belum mampu menutup semua hutang saya. Tinggal celana kolor saja..!”

Udahlah…
Jadi apa adanya sajah.

KAYA DARI RIBA, UNTUK APA

KAYA DARI RIBA, UNTUK APA 2

BAHAYA RIBA

BAHAYA RIBA

Riba, yang hari ini banyak macam dan ragam bentuk tipuannya, sesungguhnya merupakan dosa besar yang sangat berbahaya bagi para pelakunya. Yakinlah, sebesar apapun harta yang dikumpulkan dari jalan riba, pasti akan membuat pelakunya jatuh, hina dan nista. Dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda,
“Tinggalkan tujuh hal yang membinasakan… (salah satunya adalah) memakan riba.” (HR Bukhari dan Muslim)

Riba, bukan hanya sekedar bunga (bank) semata, tapi sangat banyak turunan dan ragam macamnya. Mulai dari aneka ragam kredit (KPR, KUR, KKB, KCR, KIR, KPL, KYG, KRK, KPA, KTA dsb) hingga yang dikemas dalam istilah yang seolah-olah sudah sesuai syariah padahal sesungguhnya tetap hukumnya riba.

Apa saja bahaya riba..?

1. HARTANYA TIDAK DIBERKAHI DAN AKAN DIMUSNAHKAN ALLAH

Allah SWT berfirman:

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Rasulullah SAW bersabda,

“Jangan membuatmu takjub, kepada seseorang yang memperoleh harta dari cara yang haram (salah satunya dengan jalan Riba). Jika dikembangkan maka tidak diberkahi.” (HR Thabrani dan Baihaqi)

2. DIBANGKITKAN DALAM KEADAAN GILA

Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لا يَقُومُونَ إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..” (QS. Al-Baqarah : 275)

Rasulullah SAW bersabda,

“Jauhkan dirimu dari dosa-dosa yang tidak diampuni (salah satunya adalah) memakan riba. Maka barangsiapa memakan riba, kelak akan dibangkitkan pada hari Kiamat dalam keadaan gila dan terhuyung-huyung.” (HR Thabrani)

3. DIMASUKKAN KEDALAM NERAKA SELAMA-LAMANYA

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari transaksi riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali mengulangi (bertransaksi riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 275)

4. BERENANG DI SUNGAI DARAH DAN MULUTNYA DILEMPARI BATU

Diriwayatkan dari Samuroh bin Jundub ra, ia berkata :
Rasulullah SAW menceritakan tentang siksaan Allah kepada para pemakan riba, bahwa “Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada malaikat yang di hadapannya terdapat bebatuan, setiap kali orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar darinya, lelaki (Malaikat) yang berada di pinggir sungai tersebut segera melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut, sehingga ia terdorong kembali ke tengah sungai, dan demikian itu seterusnya.” (HR. Bukhari).

5. TIDAK AKAN DITERIMA ZAKAT DAN SEDEKAHNYA.

Rasulullah SAW bersabda :

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik.” (HR. Muslim).

“Jangan membuatmu takjub, seseorang memperoleh harta dengan cara yang haram. Jika dia infakkan atau sedekahkan maka tidak akan diterima.” (HR Thabrani dan Baihaqi)

6. DOANYA TIDAK DIKABULKAN ALLAH.
DAGING YANG TUMBUH DARI RIBA, NERAKA LEBIH LAYAK UNTUKNYA.

Rasullullah SAW bersabda,

ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

“Bahwa ada seseorang yang melakukan safar, kemudian menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a, “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku!” Akan tetapi makanan dan minumannya berasal dari yang haram, pakaiannya haram dan dikenyangkan oleh barang yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan (oleh Allah) ?”. (HR. Muslim).

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Wahai Ka’ab bin ‘Ujroh, sesungguhnya daging yang tumbuh dari harta yang haram, akan dibakar dalam api neraka.” (HR. At-Tirmidzi).

7. DILAKNAT ALLAH DAN RASULNYA.

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ : لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Dari Jabir ra, ia berkata: “Rasulullah SAW melaknat pemakan riba, pemberi riba, dua saksinya dan penulisnya.” Dan Beliau bersabda, “Mereka semua sama (derajat dosanya). (HR Muslim).

8. DIPERANGI ALLAH DAN RASULNYA

Allah SWT berfirman,

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa transaksi riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al Baqarah : 279)

9. DOSANYA LEBIH BESAR DARIPADA ZINA DENGAN IBU KANDUNGNYA SENDIRI.

Rasulullah SAW bersabda :

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, dosanya lebih besar daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).

الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Dosa Riba itu ada 73 pintu. Yang paling ringan adalah seperti dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi).

—-

Masih mau main-main dengan dosa Riba..?

Masih menganggap biasa dan sepele dosa Riba..?

Masih mau ngambil rumah dengan skema KPR Riba..?

Lantas,
jika sudah ada pilihan memiliki rumah dengan cara yang halal, kenapa masih memilih cara yang haram..?

  BAHAYA RIBA

PASAR RIBA

PASAR RIBA

Perhatikan, perhatikanlah..
Khalifah Umar bin Khathab r.a pernah melarang siapapun juga untuk masuk di pasar kaum muslimin, kecuali dia sudah paham seluk beluk riba. Sungguh, diperlukan ketegasan seorang pemimpin untuk membasmi riba yang sudah mengurat daging dalam kehidupan.

Kebalikannya dengan kondisi saat ini. Justru dipasar tempat beraneka ragam kecurangan. Mulai dari mengurangi timbangan hingga beraneka ragam praktek riba, dari yang ilegal seperti rentenir hingga yang legal semacam bank pasar.

Piye jal..?
Mumet pora..?

pasar riba

Awas Riba

AWAS RIBA


Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia, namun bodoh dalam urusan akhiratnya.” (HR Al Hakim)

Ada 4 kwadran posisi seseorang sebagai berikut :

1. Orang yang pandai dalam urusan dunia, pandai juga dalam urusan akhirat.

2. Orang yang pandai dalam urusan dunia, tapi bodoh dalam urusan akhirat.

3. Orang yang bodoh dalam urusan dunia, tapi pandai dalam urusan akhirat.

4. Orang yang bodoh dalam urusan dunia, bodoh pula dalam urusan akhirat.

Ada yang bisa mencontohkan masing-masing kwadrannya ?

Awas Riba