TANPA ASURANSI

Tanpa Asuransi

Misalkan Anda punya kendaraan. Anda sudah kunci ganda stangnya. Anda juga sudah gembok roda depannya. Anda sudah tambahi dengan rantai di roda belakangnya. Taklupa anda sudah masukkan ke garasi. Lalu pintu garasi juga sudah ditutup, dikunci gembok sekaligus dirantai. Untuk pengawasan anda pasang pula CCTV. Ndilalahnya… kendaraan anda tetep saja dicuri. Ini apa namanya..?

Misalkan Anda naek kendaraan. Sudah pelan-pelan banget jalannya, hanya 20 km per jam. Bawa kendaraannya juga sangat hati-hati, selalu di sebelah pinggir kiri. Tak lupa selalu mengikuti aturan rambu lalu lintas. Ndilalahnya… kendaraan anda ditabrak mobil dari belakang. Kini kendaraan Anda hancur lebur udah gak membentuk lagi. Ini apa namanya..?

Misalkan Anda punya istri sangat cuantik. Ketika dinikahi masih abege, status gadis ting ting baru berusia 17 tahun. Berasal dari keluarga baik-baik dan terhormat. Bapaknya terpandang, kaya raya dan istri Anda adalah anak satu-satunya. Cerdas Sholihah, pandai ceramah, pintar bahasa Arab dan Hafidzah Qur’an 30 juz. Dari rahimnya, lahir sepasang putra putri Anda yang lucu. Anda sangat menjaganya, dan dia pun sangat perhatian pada Anda, melayani, patuh dan taat sepenuh hati. Ndilalahnya… istri Anda yang cantik itu meninggal 4 tahun setelah pernikahan gara-gara digigit ular kobra. Padahal Anda inginnya hidup selama mungkin dengannya. Ini apa namanya..?

ASURANSI

ASURANSI

Langsung aja deh, kesimpulannya begini :

“Hukum asuransi secara keseluruhan, menurut syariah adalah haram. Hukum ini mencakup semua jenis asuransi, baik asuransi jiwa, asuransi barang, atau asuransi harta benda dan lain-lain. Keharamannya terletak pada akad transaksinya yang batil. Selain itu, janji yang diberikan oleh perusahaan asuransi pada saat penandatanganan polis asuransi adalah janji yang batil. Karena itu, perolehan harta melalui transaksi yang sejenis atau perjanjian semacam ini adalah haram, dikategorikan memakan harta dengan cara yang batil dan termasuk dalam kategori harta-harta yang kotor.”
(Syaikh An-Nabhani dalam an-Nidzam al-Iqtishadi fi al-Islam. Diterbitkan oleh Penerbit Al Azhar Press dengan judul Sistem Ekonomi Islam hal 194)

Majma’ al-Fiqh al-Islamy, pada konggresnya tanggal 10 Sya’ban 1398 H telah bersepakat mengharamkan asuransi (asuransi komersial/at-ta’min attijari) dengan sejumlah alasan, yaitu :
– Mengandung Gharar
– Mempraktekkan Riba
– Mengandung Unsur Judi
– Mengakibatkan memakan harta orang lain secara tidak sah.
(Yahya Abdurrahman, Hukum Asuransi Menurut Islam, Penerbit Al Azhar Press, hal 8)

Untuk Asuransi Syariah, cekidot..

https://www.facebook.com/mrosyidaziz/photos/a.390713320978870.104974.390117271038475/1084849104898618/?type=3

—-

Kami coba katakan apa adanya. Selanjutnya terserah anda..

Asuransi